WALKING-WALKING
Tadi siang, mampir sebentar ke salah satu mall di daerah Pondok Indah.. Yah, Pondok Indah Mall (PIM). Ternyata setelah sempat satu kali datang ke PIM beberapa tahun lalu— itu pun hanya belanja satu barang dan langsung pulang— kali ini datang lagi karena ingin mencari beberapa aksesoris gitar, dan suasana mall-nya ramai, terasa menyenangkan juga berada di tengah suasana yang baru, walau ga sempet stay lama. Mall ini bisa jadi tujuan refreshing selain mall-mall di Jakarta Barat yang sudah cukup sering saya kunjungi. Biarpun hanya sekedar untuk menjelajahi areanya :) Menjelajahi tempat yang baru selalu menjadi hal yang menarik dan menyenangkan! (*untuk saya) ^^
Ini lagu recycle Kaulah Segalanya oleh Sammy Simorangkir. Lebih suka versi yang ini dibanding yang dinyanyiin oleh Ruth Sahanaya. Belakangan ini memang lagi suka denger lagu slow versi cowo. Feel-nya lebih kena. So, please enjoy this song!
HANYA DIA YANG TAU
Kadang hidup mengizinkan kita untuk merasakan manisnya, tertawa, merasakan kebahagiaan. Namun, ada saatnya juga hidup mengizinkan kita untuk merasakan pahitnya, bersedih, merasakan getir dalam menjalaninya. Ada saat-saat kita bisa begitu kuat dan ada juga saat-saat kita merasa begitu lemah. Inilah kehidupan yang harus sama-sama kita jalani. Kata banyak orang: “Pengalaman itu adalah guru yang paling baik.”, bukan? Ada betulnya, masa-masa yang kita jalani inilah yang membentuk kita. Jika kita tetap memandang ke arah yang benar, kita akan jadi manusia yang lebih baik.
Satu hal yang saya tangkap dari setiap masa mudah atau sulit yang pernah saya hadapi, yaitu kita tidak pernah boleh jadi sombong. Kita tidak bisa menciptakan kehidupan kita sendirian. Mungkin bisa untuk sementara, namun tidak untuk selamanya! Alasannya sederhana, mata kita tidak pernah bisa melihat lebih jauh dari “saat ini”.
Saya hanya berharap agar suatu hari nanti saya bisa menjadi diri saya yang lebih baik. Entah kapan, saya hanya bisa berharap. Selebihnya bukan kendali saya. Semua ada di dalam kendalinya Tuhan. Ia yang bisa menjadikan segala sesuatu.
Kita butuh saat-saat terdiam, tertunduk, merenungkan Tuhan, dan kehabisan akal untuk mengartikan ke-maha-luar-biasa-an-Nya.
Tuhan tidak menuntut kita untuk jadi sempurna. Ia hanya ingin kita selalu jujur kepada-Nya. Sesederhana ucapan ini: “Tuhan, aku … (sebut hal buruk yang kita lakukan). Aku butuh Engkau.”
4 Bulan Masa Sukar untuk 1 Pelajaran Paling Berharga
Dari perjalanan yang saya alami belakangan ini— mungkin kurang lebih 4 bulan— saya belajar 1 hal paling penting dalam hidup: kita tidak akan pernah mampu berusaha hidup sendiri tanpa Tuhan. Masa-masa sulit yang sempat saya hadapi selama ini membawa saya kepada sebuah pengertian bahwa Tuhan itu ada dan Dia memegang kuasa penuh atas semua yang ada. Kita butuh Dia selalu.
Selama ini, saya berputar-putar, berjuang menemukan jalan keluar dari setiap masalah, kemerdekaan dari keterikatan, dan kehidupan. Akhirnya saya paham betul bahwa yang saya butuhkan hanya satu: TUHAN. Saya jadi paham makna dari perkataan-Nya: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.”
Apapun perjalanan hidup yang kita tempuh, baik ataupun buruk, pada akhirnya, akan mengantar kita kepada satu pengertian bahwa Tuhan itu ada dan Dialah yang memegang kuasa atas seluruh yang ada.






